PENGARUH NILAI BUDAYA TERHADAP PRIBADI ANAK
( Pandangan Hidup Pada Masyarakat Melayu Tradisional )
FERNANDES SINAGA 1
309122020
PRODI ANTROPOLOGI SOSIAL
Suku bangsa melayu merupakan suku bangsa yang sebahagian besar mendiami daerah asia tenggara . kedatangan suku bangsa melayu ke bumi nusantara ini di awali dengan gelombang pertama atau di sebut melayu tua (deutro melayu) dan gelombang kedua atau di sebut melayu muda (proto melayu). Suku bangsa ini pada umumnya banyak mendiami daerah di semenanjung malaka dan sekitar pesisir sumatera timur ( Kabupaten Asahan dan Kabupaten Batubara) dan sebagian besar menganut agama islam.2
Dalam kehidupan sosial masyarakat melayu masih berorientasi kepada nilai nilai budaya yang bersifat tradisional. Dalam kehidupannya masyarakat melayu masih berpegang kepada adapt istiadat dan keagamaan.
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang meliputi cara cara berprilaku, kepercayaan kepercayaan dan sikap sikap, dan juga hasil dari suatu kegiatan manusia yang sifatnya khas untuk suatu masyarakat tertentu. Kebudayaan merupakan hasil proses dari sebuah pembelajaran.
kebudayaan itu mempunyai 4 wujud yaitu wujud fisik (artefak), wujud tindakan, wujud gagasan / ide/ idil, dan wujud gagasan yang ideologis. 3
Sistem gagasan, pandangan hidup dan ideologi adalah nilai budaya yang dianggap penting dan berharga bagi warga suatu masyarakat. Sistem gagasan, pandangan hidup dan ideology ini mempunyai arti bahwa ketiga unsur ini merupakan pedoman dalam setiap aspek dan kegiatan yang di lakukan oleh masyarakat itu sendiri
Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan interaksi dan membutuhkan kelompok lain dalam mempertahankan kehidupannya . dalam setiap kelompok setiap individu harus dapat menyesuaikan diri dengan semua peraturan dan norma norma kelompok lain. 4
Bilamana manusia terlahir maka adat dan lingkungan akan menentukan pengalaman dan perilakunya. Dengan begitu ketika dia beranjak dewasa , adat kebiasaan, kepercayaan dan larangan larangan lingkungannya merupakan adat ,kebiasaan, kepercayaan dan larangan yang harus di pegang pula.
Masyarakat melayu pesisir sumatera timur merupakan masyarakat yang hidup di tepi pantai dan hidup dalam adat dan agama. Hal ini juga akan berfungsi sebagai pemberi arah dan pendorong kelakuan manusia.hal ini juga yang menyebabkan masyarakat melayu selalu mengutamakan nilai sosial dan sosialisasi di kalangan anak anak mereka karena mereka berasumsi bahwa anak merupakan penerus generasi.
Mulai lahir lingkungan sosial bayi pada masyarakat melayu sudah di arahkan kepada hal hal yang bersifat baik.begitu bayi lahir maka orang pertama yang harus menerimanya dari tangan si bidan adalah orang yang mempunyai nilai nilai keagamaan yang baik ,berpengetahuan dan berbudi luhur. Hal ini di dasarkan pada kepercayaan masyarakat melayu, jika orang pertama yang menerima bayi tersebut adalah orang baik dan berpengetahuan maka anak itu juga akan bersikap baik dan berpengetahuan. sebagai tanda melayu itu islam maka jika anak laki laki terlahir maka bayi itu akan di kumandangkan suara azan di telinganya dan bila yang terlahir anak perempuan maka di telinganya di perdengarkan iqamat. Pada waktu memperdengarkan azan dan iqamat harus menghadap kiblat. Maknanya, jika suara azan dan iqamat ini di perdengarkan maka yang pertama kali yang di dengar oleh oleh bayi sebagai mahluk allah adalah tentang adanya TUHAN YANG MAHA ESA, agar ia kelak selalu taat dan patuh terhadapNYA.
Sebagai pedoman hidup orang melayu mempunyai beberapa pantangan dan pegangan hidup antara lain :
1. Pantang makan dari periuk, karena harusnya makan itu harus tertib, nasi di letakan di atas piring dan duduk di tempat tertentu.
2. pantang menyebut nama ayah dan ilmu sebagai tanda menghormati orang tua supaya nama mereka tidak menjadi bahan ejekan.
3. pantang makan nasi tidak habis (bersisa), nanti telur ayam tak menjadi. Hal ini mendidik anak agar jangan rakus mata dan hidup dengan hemat.
4. pantang makan tak bertambah, karena di katakan bias menjauhkan rezeki, sebenarnya adaklah untuk menghargai orang yang memasak makanan dan menghargai jerih payah orang lain.
5. masih banyak pantangan di kalangan masyarakat melayu yang tujuannya untuk pedoman hidup.
Di samping itu masyarakat melayu juga mempunyai peribahasa dan pepatah yang yang mengajar manusia untuk saling menghargai dan juga pedoman hidup. Seperti :
1. berbuat baik berpada pada, berbuat jahat jangan sekali (jangan jahat dan usahakan berbuat baik)
2. macam tapai mengairi dirinya. ( siapa salah akhirnya terhukum juga).
3. laut mana yang tak berombak, bumi mana yang tak di timpa hujan ( manusia mana yang tak pernah silap)
4. laut yang di timba juga akan kering ( harta yang banyak sekalipun akan habis, kalauy terus menerus di boroskan juga).
5. adapt pasaang trurun naik. ( tiada yang kekal di dunia ini, ada waktu senang dan ada waktu susah).
Walaupun system kekerabatan melayu bersifat bilateral tetapi dalam kepemimpunan keluarga mereka menyelaraskan dengan ajaran agama islam.
Masyarakat melayu juga mengakui bahwa antara laki laki dan perempuan memang mempunyai derajat dantidak mengenal bahwa antara perempuan dan wanita mempunyai perbedaan hak.. jika anak lelaki sudah bisa mencari nafkah maka si anak akan membantu orang tuanya dalam mencari nafkah sama halnya sebagai nelayan. Anak perempuan juga akan membantu orang tuanya mengerjakan pekerjaan rumah.
Istilah kekerabatan melayu juga mengajarkan untuk menghormati orang tua dan yang muda di hormati. Sangat janggal sekali jika seorang adik memanggil abangnya hanya dengan nama saja.walaupun usianya hanya beberapa bulan saja.dalam skehidupan sehari hari masyarakat melayu mempunyai sifat yang lemah lembut dan bertimbang rasa baik, dalam hubungannya terhadap sesama dan orang lain. Menurut mereka sikap yang demikian akan menumbuhkan rasa kasih, saling menyengani , sopan santun dan pemalu. Pada masyarakat melayu rasa malu merupakan cerminan dari sebuah iman sebagaimana dalam ajaran agama mereka bahwa malu merupakan bagian dari iman.orang melayu juga tidak suka menonjolkan diri dan harus beradat sesuai dengan dengan ajaran yang berlaku dalam masyarakat. Hal inilah yang menjadi pegangan dasar dan pedoman hidup bagi masyarakat melayu yang pada umumnya masih bersifat tradisional. 5
Nilai budaya dapat kita gunakan dalam proses sosialisasi dan pemahaman norma norma terhadap anak.dewasa ini nilai budaya itu sudah mulai luntur dan nyaris hilang. Hal ini menyebabkan para generasi muda dan anak anak Indonesia sedang mengalami “krisis moral”, “krisis mental”, krisis sopan”, dan bahkan tidak memiliki pri kebudayaan yang secara aslinya dapat memberika manfaat yang sangat baik bagi perkembangan mental, moral, serta akhlak. Dan masyarakat melayu yang tadinya bersifat tradisional tetapi dengan nilai budaya mereka dapat membangun diri dan akhlak mereka dengan nilai budayanya tersebut. Semoga hal ini bias menjadi pandangan yang positif bagi semua kalangan dalam memberikan sosialisasi dan pedoman hidup bagi anak anak Indonesia sebagai generasi yang tidak akan melupakan nilai budaya daerahnya.
footnote
1. adalah mahasiswa semester 2 prodi antropologi Universitas Negeri Medan.
2. BAS. Melayu Pesisir dan Batak Pengunungan ,Orientasi Nilai Budaya ( Jakarta :Yayasan Obor Indonesia. 2010). Hal. 9
3. Koentjaraningrat. Pengantar Antropologi (Jakarta : Rineka Cipta. 2005). Hal. 74
4. T.O. Ihromi. Pokok-Pokok Antropologi Budaya (Jakarta : YOI. 2006). Hal 18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar